Artikel

Kepada Yang Mulia dari Setu Legi

Pada tanggal 14 Desember 2009, diantara pukul 14.30, tim Setu Legi yang digagas oleh perupa Hestu  mulai disibukkan dengan persiapan performance yang jadwalnya dimulai jam 15.30, dari Benteng Vredeburg. Selama satu jam menyiapkan property dan kostum, menata urutan dan benda yang akan dibawa, berlatih instrument dan membakar dupa. Secara keseluruhan kami memakai pakaian setelan Jawa, hanya beberapa yang memakai kaos putih, celana petani dan menggunakan kain ikat. Selengkapnya »

Biennale Jogja X – 2009 :”Jogja Jamming:Gerakan Arsip Seni Rupa Indonesia”

 

 

Jika ada yang bertanya, apa yang membedakan Yogya dengan kota-kota besar lain  di Indonesia? Maka jawabannya, denyut seni di kota ini begitu keras detaknya. Bisa anda bayangkan, tidak ada minggu yang kosong tanpa pameran seni rupa di berbagai galeri. Kreativitas ide seakan tak ada habis-habisnya. 

Selengkapnya »

Edhi Sunarso,Bung Karno, dan Patung-Patung Legendarisnya

”Kau punya national pride nggak? Kau senang kalau yang buat patung  seniman dari Italia. Pokoknya senang tidak senang, kamu harus lakukan.”  Inilah ucapan Bung Karno yang tidak akan pernah dilupakan oleh pematung Edhi Sunarso.  Dan setelah itu, melalui patung-patung legendarisnya, Edhi Sunarso  menjadi bagian dari sejarah  bangsa ini yang terus menerus berproses untuk menjadi Indonesia yang dibayangkan. Selengkapnya »

Keringat Seni Seorang Ismanto

Kerja, Kerja, dan Kerja. Itulah prinsip berkesenian yang diyakini oleh Ismanto (41),pematung yang juga melukis, bermain teater dan membuat instalasi seni. Kediamannya di Dusun Ngampel,  Desa Sengi, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah di kawasan lereng barat Gunung Merapi yang berbatasan dengan Daerah Istimewa Yogyakarta, telah menjadi rumah berkesenian bagi dirinya dan penduduk sekitarnya. Selengkapnya »

Tahun-Tahun Bersama Sudjojono

Oleh Ade Tanesia

Kalau orang bertanya, apakah aku masih mencintai Sudjojono? Aku jawab tidak, yang tertinggal hanya iba padanya.

Wanita itu Mia Bustam namanya. Usianya kini sudah 84 tahun, tapi ingatannya masih cemerlang. Dalam sejarah seni rupa modern Indonesia, nama Mia Bustam hanya lamat-lamat terdengar. Tak banyak orang tahu bahwa wanita ningrat itu istri pertama pelukis besar Indonesia, S Sudjojono. Dialah pendamping sosok Sudjojono di masa ”bapak seni lukis modern Indonesia” itu melahirkan pemikiran dan karya-karya terbaiknya. Selengkapnya »